Selasa, 30 Oktober 2012

Visit Yogyakarta

Yogyakarta, pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Ya, kota yang mendapat julukan Daerah Istimewa ini memang sangat terkenal, sampai-sampai ada lagu berjudul Yogyakarta, ya, lagu yang diciptakan oleh grup band legendaris KLA Project. Saya ingin menceritakan pengalaman saya sewaktu pergi ke kota ini. Tepatnya tanggal 10 oktober, saya bersama teman-teman seangktan berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta. Perjalanan menggunakan bus ini sangat melelahkan, apalagi saya yang tidak terbiasa naik bus jarak jauh. O iya, kegiatan ini dinamakan INVITA atau bisa dibilang Industri Visit.


Kegiatan ini di mulai dengan mengunjungi Pabrik gula PT Madubaru. Mungkin yang bukan orang Yogya belum tentu tau pabrik ini. pabrik yang didirikan pada tahun 1955 atas prakarsa sultan hamengkubuwono IX ini selain memproduksi gula, juga memproduksi alkohol, spiritus, pupuk kompos, dan batu bata. Setelah berkeliling sambil mendengarkan penjelasan, kegiatan ini dilanjutkan menuju ke Keraton Yogyakarta. Kalau tahu Yogyakarta tapi tidak tahu keraton kebangetan. Keraton Yogyakarta adalah tempat tinggal sultan dan rumah tangganya. Walaupun setiap tahun saya kesini, tapi tetap saja asik melihat-lihat susana keraton. Akhrnya tempat yang ditunggu-tunggu tiba, hotel, ya setelah melakukan perjalanan jauh dari Jakarta, dan langsunng keliling Pabrik gula dan Keraton, hotel serasa surga dunia. Tapi perjalanan di hari pertama belum selesai, malam harinya kita nonton sendratari ramayana, walaupun saya orang Yogya, tapi jujur saja saya belum pernah menonton ini. Kalau hanya di tonton saja mungkin tidak mengerti jalan ceritanya, jadi sebaiknya kita mengambil sinopsis ceritanya yang disediakan dalam berbagai bahasa. karena dilaksanakan pada malam hari, plus tidak mengerti ceritanya, ngantuk pun menghantui hingga akhir cerita. Setelah bertarung melawan kantuk, akhirnya kita sampai lagi di hotel, tanpa basa-basi mata yang sudah tidak kuat menahan kehendak ini akhirnya di istirahatkan.


Suara TV dipagi hari membangunkanku dari tidur, mentari sudah muncul di timur, hari ini dimulai dengan sarapan dan memulai kegiatan dengan menuju ke Merapi, lebih tepatnya pertama kita menuju ke museum gunung merapi. Di museum gunung merapi ini terdapat berbagai macam contoh batuan, ada juga film dokumenter tentang merapi, dan beberapa miniatur merapi. Karena tugas saya sebagai fotografer, jadi saya keliling-keliling sendiri, keasyikan motret, saya lupa kalau teman-teman sudah kembali ke bus. Perjalanan dilanjutkan ke merapi, sebenarnya kita cuma sampai ke makam Almarhum Mbah Maridjan. Dari tempat parkir sampai ke makam Almarhum Mbah maridjan berjarak sekitar 1km, kita bisa menyewa motor ataupun mobil jeep, tapi khusus untuk mobil jeep tidak bisa ke makam Almarhum Mbah Maridjan, karena jalurnya berbeda. Saya sendiri tidak menyewa motor, karena kalau saya naik motor, motretnya gimana? Akhirnya saya berjalan kaki, itung-itung sambil berolahraga dan menikmati keindahan alam Merapi.





       Dari utara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kita menuju ketengah, tepatnya di Malioboro. Karena dasarnya saya tidak suka belanja, dan juga hampir setiap tahun saya kesana, saya jadi tidak terlalu tertarik untuk membeli sesuatu di Malioboro, jadi saya hanya berkeliling saja. Tidak terlalu lama di Malioboro, kita melanjutkan perjalanan menuju selatan provinsi, tepatnya di pantai parangtritis. Mungkin karena bus terlalu dingin, lensa kamera saya jadi berembun, bukan hanya bagian luar, dalamnya pun berembun, jadi saya tidak bisa memotret pantai yang indah ini. Tidak seperti hari pertama, hari ini kita pulang ke hotel tidak terlalu malam, jadi tidak terlalu capek.

Hari terakhir perjalanan di kota Yogyakarta tiba, tidak terasa, mengapa waktu terlalu terburu-buru, ya kita tidak boleh terlalu santai, akibatnya kita akan tertinggal, tetapi kita juga tidak boleh terlalu terburu-buru, karena waktu tidak bisa dipercepat. Hari terahkir ini di mulai dengan sarapan pagi dan beres-beres koper. Kunjungan di hari terakhir ini dimulai dengan mengunjungi SMA Taruna Nusantara, dan diakhiri dengan mengunjungi candi Borobudur. Setelah itu kita kembali lagi ke Jakarta, walau kelelahan setelah perjalanan jauh, kita harus siap menghadapi hari esok, kita tidak boleh lemah hanya karena sebuah perjalanan dari kota Yogyakarta. Begitulah pengalaman saya pergi ke Yogyakarta. Semoga menambah ilmu dan menginspirasi walaupun hanya di bagian terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar