Yogyakarta, pasti sudah tidak asing lagi
terdengar di telinga. Ya, kota yang mendapat julukan Daerah Istimewa ini memang
sangat terkenal, sampai-sampai ada lagu berjudul Yogyakarta, ya, lagu yang
diciptakan oleh grup band legendaris KLA Project. Saya ingin menceritakan
pengalaman saya sewaktu pergi ke kota ini. Tepatnya tanggal 10 oktober, saya
bersama teman-teman seangktan berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta.
Perjalanan menggunakan bus ini sangat melelahkan, apalagi saya yang tidak
terbiasa naik bus jarak jauh. O iya, kegiatan ini dinamakan INVITA atau bisa
dibilang Industri Visit.
Kegiatan ini di mulai dengan mengunjungi
Pabrik gula PT Madubaru. Mungkin yang bukan orang Yogya belum tentu tau pabrik
ini. pabrik yang didirikan pada tahun 1955 atas prakarsa sultan hamengkubuwono
IX ini selain memproduksi gula, juga memproduksi alkohol, spiritus, pupuk
kompos, dan batu bata. Setelah berkeliling sambil mendengarkan penjelasan,
kegiatan ini dilanjutkan menuju ke Keraton Yogyakarta. Kalau tahu Yogyakarta
tapi tidak tahu keraton kebangetan. Keraton Yogyakarta adalah tempat tinggal
sultan dan rumah tangganya. Walaupun setiap tahun saya kesini, tapi tetap saja
asik melihat-lihat susana keraton. Akhrnya tempat yang ditunggu-tunggu tiba,
hotel, ya setelah melakukan perjalanan jauh dari Jakarta, dan langsunng
keliling Pabrik gula dan Keraton, hotel serasa surga dunia. Tapi perjalanan di
hari pertama belum selesai, malam harinya kita nonton sendratari ramayana,
walaupun saya orang Yogya, tapi jujur saja saya belum pernah menonton ini.
Kalau hanya di tonton saja mungkin tidak mengerti jalan ceritanya, jadi
sebaiknya kita mengambil sinopsis ceritanya yang disediakan dalam berbagai
bahasa. karena dilaksanakan pada malam hari, plus tidak mengerti ceritanya,
ngantuk pun menghantui hingga akhir cerita. Setelah bertarung melawan kantuk,
akhirnya kita sampai lagi di hotel, tanpa basa-basi mata yang sudah tidak kuat
menahan kehendak ini akhirnya di istirahatkan.
Suara TV dipagi hari membangunkanku dari
tidur, mentari sudah muncul di timur, hari ini dimulai dengan sarapan dan
memulai kegiatan dengan menuju ke Merapi, lebih tepatnya pertama kita menuju ke
museum gunung merapi. Di museum gunung merapi ini terdapat berbagai macam
contoh batuan, ada juga film dokumenter tentang merapi, dan beberapa miniatur
merapi. Karena tugas saya sebagai fotografer, jadi saya keliling-keliling
sendiri, keasyikan motret, saya lupa kalau teman-teman sudah kembali ke bus.
Perjalanan dilanjutkan ke merapi, sebenarnya kita cuma sampai ke makam Almarhum
Mbah Maridjan. Dari tempat parkir sampai ke makam Almarhum Mbah maridjan
berjarak sekitar 1km, kita bisa menyewa motor ataupun mobil jeep, tapi khusus
untuk mobil jeep tidak bisa ke makam Almarhum Mbah Maridjan, karena jalurnya
berbeda. Saya sendiri tidak menyewa motor, karena kalau saya naik motor,
motretnya gimana? Akhirnya saya berjalan kaki, itung-itung sambil berolahraga
dan menikmati keindahan alam Merapi.
Dari utara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kita menuju ketengah, tepatnya di Malioboro. Karena dasarnya saya tidak suka belanja, dan juga hampir setiap tahun saya kesana, saya jadi tidak terlalu tertarik untuk membeli sesuatu di Malioboro, jadi saya hanya berkeliling saja. Tidak terlalu lama di Malioboro, kita melanjutkan perjalanan menuju selatan provinsi, tepatnya di pantai parangtritis. Mungkin karena bus terlalu dingin, lensa kamera saya jadi berembun, bukan hanya bagian luar, dalamnya pun berembun, jadi saya tidak bisa memotret pantai yang indah ini. Tidak seperti hari pertama, hari ini kita pulang ke hotel tidak terlalu malam, jadi tidak terlalu capek.
Dari utara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kita menuju ketengah, tepatnya di Malioboro. Karena dasarnya saya tidak suka belanja, dan juga hampir setiap tahun saya kesana, saya jadi tidak terlalu tertarik untuk membeli sesuatu di Malioboro, jadi saya hanya berkeliling saja. Tidak terlalu lama di Malioboro, kita melanjutkan perjalanan menuju selatan provinsi, tepatnya di pantai parangtritis. Mungkin karena bus terlalu dingin, lensa kamera saya jadi berembun, bukan hanya bagian luar, dalamnya pun berembun, jadi saya tidak bisa memotret pantai yang indah ini. Tidak seperti hari pertama, hari ini kita pulang ke hotel tidak terlalu malam, jadi tidak terlalu capek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar